Cara Kerja dan Jenis Sensor yang Digunakan

Layanan Konsultasi dan Estimasi Produk Gratis.

Pintu otomatis dapat membuka dan menutup secara otomatis ketika merasakan kehadiran orang di dekatnya. Berikut cara kerja pintu tersebut.


Pernahkah Anda berjalan ke suatu bangunan kemudian pintu di depan bangunan tersebut tiba-tiba terbuka dengan sendirinya tanpa perlu didorong? Pintu yang dapat membuka dan menutup secara otomatis saat merasakan kehadiran orang di sekitarnya merupakan pintu otomatis atau dikenal sebagai automatic door.


Automatic door adalah teknologi terkini dalam dunia arsitektur yang banyak diaplikasikan terutama di tempat umum seperti rumah sakit, pusat perbelanjaan, perkantoran dan lainnya.

Automatic door di rumah sakit sangat bermanfaat untuk memudahkan pasien hingga perawat yang membawa pasien. 


Skema Cara Kerja Pintu Otomatis


Automatic door dapat bekerja berkat adanya berbagai komponen yang mendukung kinerja pintu ini.

Komponen utama yang dibutuhkan oleh automatic door adalah sensor dan juga mekanisme pengoperasian pintu.


Berikut skema kerja automatic door:


1. Sensor Mendeteksi Keberadaan Orang

Tahap pertama kerja automatic door adalah sensor yang mendeteksi keberadaan orang di sekitar pintu. Ketika sensor mendeteksi seseorang memasuki gedung maka sensor tersebut akan mengirimkan sinyal ke komponen mekanisme pembuka pintu. 

Jenis sensor yang digunakan pada automatic door sendiri dibedakan menjadi 3 jenis yakni pressure sensor atau sensor tekanan, sensor gerakan (motion detection and optical sensors), dan access control atau sistem intercom video. 


2. Sinyal Dikirimkan ke Mekanisme Pembuka Pintu

Sensor yang mendeteksi keberadaan orang di dekatnya akan mengirimkan sinyal ke komponen door opening mechanism atau mekanisme pembuka pintu. 

Komponen mekanisme pembuka pintu yang digerakkan menggunakan motor elektrik kemudian akan membuka pintu berdasarkan jenis pintu yang digunakan. Jenis pintu yang digunakan pada automatic door secara umum dibedakan menjadi 4 jenis yakni:


  • Sliding door atau pintu geser
  • Swinging door atau pintu ayun
  • Folding door atau pintu lipat
  • Revolving door atau pintu berputar


3 Jenis Sensor yang Digunakan Pada Automatic Door

1. Sensor Tekanan

Sensor tekanan pertama kali diperkenalkan tahun 1960-an yang memanfaatkan perubahan berat atau tekanan yang diberikan oleh suatu objek kepada sensor yang dipasang di bawahnya. Sensor tekanan dipasang pada alas di lantai. 

Ketika seseorang menginjak alas di lantai tersebut, maka pintu akan membuka karena sensor mendeteksi perubahan tekanan akibat berat orang yang menginjaknya. 


2. Sensor Deteksi Gerak

Kebanyakan automatic door hari ini menggunakan sensor deteksi gerak. Sensor ini menggunakan pulsa gelombang mikro dan passive infra merah (PIR) untuk mendeteksi keberadaan orang. Sensor PIR memanfaatkan faktor suhu yang berubah dari tubuh seseorang untuk mendeteksi keberadaan orang.


3. Video Interkom

Deteksi ini menggunakan sistem video intercom yang mengirimkan sinyal dari perangkat yang sudah deprogram.

Ada banyak manfaat menggunakan pintu otomatis untuk memudahkan orang keluar masuk. Jika Anda tertarik menginstal automatic door, pastikan Anda menggunakan jasa terpercaya dari PT Maxima Usaha Mandiri. Setiap produk yang dipasang adalah produk berkualitas dengan harga kompetitif. 


Ada banyak manfaat menggunakan pintu otomatis untuk memudahkan orang keluar masuk. Jika Anda tertarik menginstal automatic door, pastikan Anda menggunakan jasa terpercaya dari PT Maxima Usaha Mandiri. Setiap produk yang dipasang adalah produk berkualitas dengan harga kompetitif.