4 Jenis Pintu Otomatis dan Skema Kerjanya

Layanan Konsultasi dan Estimasi Produk Gratis.

Pintu otomatis terdiri dari berbagai macam jenis yang dibedakan berdasarkan skema buka tutup serta desain pada bingkainya


Keberadaan pintu bagi bangunan sangat penting karena tidak hanya berfungsi sebagai pengaman namun juga memberikan karakteristik tertentu terhadap bangunan tersebut.

Hal ini membuat banyak pengelola gedung memilih menginstal pintu otomatis pada bagian depan bangunan untuk memberi kesan modern.

Automatic door sendiri terdiri dari berbagai macam jenis yang dibedakan berdasarkan skema buka tutup serta desain pada bingkainya. Pemilihan jenis pintu disesuaikan dengan kebutuhan bangunan hingga faktor estetika yang sesuai. 


Jenis Pintu Otomatis Berdasarkan Skema Buka Tutup

Jenis pintu otomatis berdasarkan cara buka tutupnya dibedakan menjadi 4 macam yakni swing door, sliding door, revolving door dan folding door.

Berikut perbedaan masing-masing jenisnya:

1. Automatic Swing Door

Automatic swing door atau pintu ayun otomatis merupakan jenis automatic door yang bergerak mengayun terbuka ketika ada orang yang berada di dekat pintu dan akan mengayun tertutup secara otomatis ketika orang tersebut menjauh. 

Pintu mengayun otomatis dibekali oleh sensor berat yang biasanya dipasang di lantai dekat pintu sehingga sensor akan mendeteksi keberadaan orang di dekatnya. Sensor mengirimkan sinyal kepada engsel pintu ketika ada orang di dekat pintu sehingga engsel akan membuka pintu.


2. Automatic Sliding Door

Automatic sliding door atau pintu geser otomatis adalah salah satu jenis pintu otomatis yang sangat populer karena dapat menghemat ruang dan juga tampak estetik.

Cara kerja pintu geser otomatis akan bergeser ke sisi kanan ataupun kiri saat bergerak membuka pintu dan menutup pintu. 

Kapan saja seseorang berjalan mendekati pintu dan menekan sensor berat yang dipasang di lantai dekat pintu maka pintu akan membuka. Pintu kemudian akan bergeser menutup saat orang tersebut berjalan menjauh.

Automatic door berjenis sliding door biasanya dibuat dari bahan kaca yang tidak mudah pecah.

Biasanya pintu ini diinstal di rumah sakit agar lebih mudah memindahkan pasien yang sedang kritis tanpa harus menggeser pintu. Pintu geser otomatis juga banyak diterapkan di pusat perbelanjaan, hotel dan lainnya.


3. Automatic Revolving Door

Automatic revolving door adalah jenis automatic door yang bergerak memutar ketika ada orang yang melewati pintu.

Sama seperti automatic door lainnya, automatic revolving door dibuat dari bahan berupa tempered glass bening yang tahan terhadap benturan sehingga lebih aman. 


4. Automatic Folding Door

Automatic folding door atau pintu lipat otomatis biasanya lebih banyak diaplikasikan pada gudang penyimpanan barang serta garasi kendaraan di pabrik. Cara membuka dan menutup automatic folding door sedikit memakan waktu karena daun pintu harus melipat terlebih dulu ketika akan membuka.

Oleh karena itu automatic folding door tidak cocok jika dipasang pada pintu depan kantor yang ramai dilalui orang. 


Pilihan Desain Pintu Otomatis 

 Selain dibedakan berdasarkan skema buka tutup, pintu otomatis juga memiliki desain yang berbeda-beda tergantung kepada preferensi dan kondisi.


Automatic door dibedakan berdasarkan desain bingkai pada daun pintu tersebut sebagai berikut:

1. Pintu Kaca Otomatis dengan Frame Aluminium

Desain pintu kaca otomatis yang pertama ini memiliki frame atau bingkai dari bahan aluminium.

Di sekeliling material kaca akan dipasangi bingkai dari rangka aluminium.

Jika menggunakan pintu kaca otomatis dengan bingkai aluminium, maka minimal ketebalan material kaca biasanya 5 mm dan maksimal 8 mm.

Pintu kaca yang menggunakan frame aluminium banyak diterapkan pada automatic door di tempat-tempat terbuka seperti pintu bagian depan gedung bangunan.

Kelebihan pintu kaca otomatis dengan bingkai aluminium adalah bobotnya yang ringan dan murah. 

Selain itu, material pintu yang terbuat dari kaca dan aluminium akan membuat pintu lebih tahan lama karena anti rayap dan tahan terhadap kondisi cuaca.


2. Pintu Kaca Otomatis Frameless

Jenis yang kedua adalah pintu kaca otomatis frameless atau tanpa bingkai.

Pintu jenis ini tidak dipasangi bingkai pada sekeliling pintunya sehingga secara utuh seluruh pintu dibuat dari kaca.

Umumnya minimal tebal kaca pintu adalah 12 mm pada pintu berjenis swing door dengan engsel yang ditanam di bawah. 

Pintu kaca otomatis tanpa bingkai biasanya digunakan untuk pintu kantor, pintu rumah sakit dan pintu gedung lainnya.

Sementara pintu kaca swing door dengan tebal 10 mm biasanya diterapkan untuk ruang terbatas dan bukan pintu utama di bagian depan gedung.

Jika menggunakan pintu kaca otomatis geser atau sliding door maka ketebalan kaca yang digunakan dapat berukuran tebal 10 mm maupun 12 mm.

Jika menggunakan pintu kaca geser frameless, maka kaca yang digunakan berjenis tempered glass.

Tempered glass memiliki kelebihan dari segi daya tahannya yang kuat dalam menghadapi benturan benda padat.

Selain itu, pecahan kacanya juga tidak akan melukai orang yang ada di sekitarnya. 


Skema Kerja Automatic Door

Automatic door dapat bekerja secara otomatis berkat adanya komponen tertentu yang ditanamkan di dalam sistem gerak pintu seperti sensor.


Berikut skema kerjanya:

1. Sensor Mendeteksi Keberadaan Orang 

Pertama-tama sensor mendeteksi keberadaan orang yang memasuki gedung. Sensor yang digunakan secara umum ada 3 macam yakni sensor tekanan, sensor gerak dan sensor optik, kontrol akses atau sistem video intercom.


2. Sinyal Dikirim ke Mekanisme Pembuka Pintu

Sensor mengirimkan sinyal setelah mendeteksi keberadaan orang ke komponen mekanisme pembuka pintu. Komponen mekanisme pembuka pintu bergerak menggunakan motor elektrik kemudian membuka pintu. 


Jika Anda tertarik untuk mengganti pintu di gedung dengan pintu otomatis, maka percayakan kebutuhan Anda dengan PT Maxima Usaha Mandiri. Sebagai perusahaan penyedia jasa instalasi automatic door, setiap produk yang digunakan yaitu produk berkualitas dan dikerjakan oleh teknisi handal berpengalaman.